12 Juli

10:53 PM

“Yesus mulai mengecam kota-kota yang yang tidak bertobat”

(Kel 2:1-15; Mat 11:20-24)

“Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di situ Ia paling banyak melakukan mujizat-mujizat-Nya: "Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan dari pada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mujizat-mujizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan dari pada tanggunganmu." (Mat 11:20-24), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

· Pergaulan seks bebas dan narkoba telah menjangkiti hidup orang-orang kota; dampak dari hal itu antara lain semakin maraknya aneka bentuk kejahatan. Hukuman untuk itu antara lain orang-orang kota sering merasa tidak aman dan nyaman alias senantiasa dalam kekawatiran, ketakutan atau ancaman. Dampak lebih lanjut adalah orang cenderung ‘mengurung diri’ demi keamanan semu. Sabda hari ini memang secara khusus terarah kepada orang-orang atau warga kota, lebih-lebih kota-kota besar atau metropolitan. Kami berharap kepada warga kota-kota besar untuk memperdalam dan memperkuat kebersamaan hidup yang damai dan tenteram lahir dan batin dalam tingkat rukun tetangga/RT, yang pada hemat kami cukup saling mengenal. Usahakan dan jagalah agar tiada orang jahat di dalam lingkungan rukun tetangga. Kebersamaan warga dalam rukun tetangga merupakan benteng kuat untuk menangkal dan memberantas aneka kejahatan. Sebagai contoh di Jakarta pernah terjadi kebersamaan warta RT untuk mengusir klinik aborsi dan sarang narkoba serta tawuran para remaja/anak-anak sekolah. Maka hendaknya sering diselenggarakan perjumpaan antar seluruh anggota warga rukun tetangga dalam berbagai kesempatan. Secara khusus kami juga mengingatkan dan mengajak para pengelola dan penyelenggara sekolah-sekolah yang berada di kota-kota besar untuk lebih mengutamakan pendidikan nilai dan budi pekerti kepada para peserta didik, alias mengusahakan agar para peserta didik lebih tumbuh berkembang menjadi pribadi baik dan berbudi pekerti luhur daripada unggul dalam nilai mata pelajaran. Itu semua saya angkat demi keselamatan kota-kota anda dari kehencuran.

· “Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu” (Kel 2:9), demikian kata puteri Firaun kepada kakak sang bayi, yang kemudian diberi nama Musa. Apa yang dilakukan oleh puteri Firaun merupakan titik awal penyelamatan bangsa terpilih, karena sang bayi yang tidak lain adalah Musa kelak akan memimpin bangsanya kembali dari Mesir menuju tanah terjanji. Kami percaya di kota-kota besar juga ada pribadi-pribadi seperti puteri Firaun tersebut, dan memang pada umumnya rekan-rekan perempuan yang memiliki rahim juga lebih memiliki kerahiman atau belas kasih daripada rekan-rekan laki-laki. “Sorga ada di telapak kaki ibu”, demikian kata pepatah. Telapak kaki puteri Firaun yang berjalan menelusuri sungai telah membuka jalan menuju sorga atau keselamatan bangsa. Memang ibu atau perempuan dapat mendua, yaitu menjadi perusak atau pembangun, merayu untuk berdosa atau merayu untuk berbuat baik. Beberapa ibu atau perempuan di kota-kota besar memang menjadi perayu atau perangsang bagi laki-laki/suaminya untuk berbuat jahat atau berdosa, misalnya korupsi. Kami berharap kepada rekan-rekan perempuan untuk menjadi perayu bagi rekan-rekan laki-laki untuk berbuat baik, melakukan apa yang baik, benar dan menyelamatkan, terutama keselamatan jiwa manusia. Maka hendaknya meneladan Bunda Maria, teladan umat beriman, yang dari rahimnya lahir Penyelamat Dunia. Semoga rekan-rekan perempuan demikian adanya, artinya cara cara bertindak dan cara hidupnya lahirlah apa yang menyelamatkan dan membahagiakan umat manusia, terutama keselamatan jiwa. Semoga para perempuan-perempuan penghibur di kota-kota besar bertobat; hendaknya rekan-rekan perempuan menghadirkan diri sedemikian rupa alias sopan, sehingga tidak merangsang laki-laki untuk berbuat jahat. Jauhkan cara hidup dan cara bertindak atau menghadirkan diri yang merangsang orang lain untuk berbuat dosa

“Aku akan memuji-muji nama Allah dengan nyanyian, mengagungkan Dia dengan nyanyian syukur; pada pemandangan Allah itu lebih baik daripada sapi jantan, daripada lembu jantan yang bertanduk dan berkuku belah. Lihatlah orang-orang yang rendah hati dan bersukacitalah, kamu yang mencari Allah biarlah hatimu hidup kembali” (Mzm 69:30-31)

Ign 12 Juli 2011.

I. Sumarya. SJ. 

Sumber:
Ekaristi.org

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Subscribe