HIDUP ADALAH PILIHAN

1:38 AM

Life is a cohice…
Begitu kata sebagian orang.
Dan memang benar. Sejak akal kita mulai bisa kita pergunakan sendiri, kita telah dihadapkan dengan berbagai pilihan. Mulai dari memilih mainan waktu kita kecil, memilih tas yg ditawarkan papa di waktu ULTAH kita yg ke enam, memilih kursi di kelas petama awal masa sekolah, memilih baju, memilih buku, memilih pacar, memilih bimbel, memilih jurusan, memilih tempat kuliah, memilih tempat tongkrongan, memilih organisasi, memilih hewan peliharaan, memilih pembantu, memilih kepala desa, camat, memilih pressiden, bla..bla..bla.. and many more… banyak sekali. Saya berani bertaruh, bahwa tidak ada satu pun diantara kita yg bisa menghitung berapa kali dia dihadapkan dengan pilihan.
            Masalahnya, pilihan itu sering membuat kita uring-uringan. Ada kalanya pilihan itu sangat berat untuk dilepaskan salah satu. Sejak awal, saya sangat ingin mengabdikan diri seutuhnya untuk Tuhan (curhat ne ceritanya.. hehe..:red). Saya ingin berbuat banyak hal untuk sesama saya dan mengamalkan Kasih. Singkatnya, saya ingin melayani Tuhan seutuhnya. Jalan satu-satunya adalah menjadi seorang Biarawan. Persoalannya, Biarawan Katolik harus berani mengumandangkan Kaul Kesucian di sepanjang hidup mereka. Dengan kata lain, seorang biarawan tidak boleh menikah. Sementara, setiap kali saya melihat sebuah keluarga, saya selalu membayangkan bahwa suatu saat nanti saya bisa memiliki keluarga yg bisa saya sayangi dan lindungi. Pilihan yang berat bukan???
            Menentukan pilihan memang bukan suatu hal yang mudah. Sebisa mungkin, kita harus mengusahakan agar pilihan itu tidak merugikan kita suatu saat nanti, atau menjadi penyesalan yang mengganggu saat-saat menjelang tidur kita di malam hari.
            Bagi orang yg mau terbuka, memutuskan suatu pilihan akan menjadi lebih mudah daripada bagi mereka yg tak mau berbagi cerita dengan orang lain.  Tidak ada salahnya meminta pendapat orang tua, kakek, teman, pacar, guru, atau siapa pun orang yang kita percaya untuk membantu kita memberi saran atas pilihan yang hendak kita ambil. Saran dari mereka bisa menjadi bahan yang bisa kita olah dengan rancangan-rancangan di benak kita untuk menghasilkan sebuah keputusan.
            Untuk sebagian pilihan, (misalnya memilih gaya rambut, baju, pacar, ato hal laen) kita bisa meminjam kata bijak dari Mae West: when choosing between two, I always like to try the one I’ve never tried before. Kamu bakalan bisa menikmati kejutan-kejutan baru dari sesuatu hal yg tak pernah kamu alami sebelumnya.
            Intinya, saat memutuskan sebuah pilihan, jangan ragu untuk memencet nomor hape orang yang kamu percayai untuk meminta pendapat mereka tentang sesuatu yg terasa berat untuk kamu putuskan untuk dipilih. Selain itu, pikirkan juga apa keuntungan yg bakal kamu dapat dari pilihanmu. Dan jangan lupa, beranilah untuk memilih sesuatu yang baru..

            Selamat memilih..

 

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Subscribe