Berpindah Hati

1:24 AM

Deshi Ramadhani SJ

Hak 2:11-19; Mzm 106:34-35,36-37,39-40; Mat 19:16-22

HIDUPKATOLIK.com - Manusia terus mencari. Pertanyaannya: apa yang menjadi alasan pencarian itu? Tidak sedikit orang yang terus mencari menurut ukuran ”apa yang membuat mereka merasa enak”. Jauh lebih sedikit jumlah yang terus mencari menurut ukuran ”apa yang merupakan kebenaran”. Sungguh menyedihkan, karena tidak jarang apa yang membuat manusia merasa enak sering begitu saja dianggap sebagai yang benar.

Ini tidaklah terlalu berbeda dari bangsa Israel. Mereka mudah berpindah hati. Semua dewa-dewi ingin mereka coba. Bukti kesetiaan Tuhan belum cukup kuat untuk meyakinkan mereka. Ini sungguh menyakiti hati Tuhan, karena sikap semacam itu membuat mereka mudah tertipu. Untuk membawa mereka kembali, Tuhan sendiri justru bertindak sebagai musuh mereka. Hanya setelah ada masalah besar, hati mereka pun mulai berbalik dan berseru, ”Ingatlah akan kami, ya Tuhan yang Mahamurah.”

Kebenaran memang bukanlah soal perasaan enak. Ada semangat menggebu-gebu yang bisa tiba-tiba sirna ketika kita harus berhadapan dengan sebuah kebenaran yang menantang. Orang muda yang kaya ingin memperoleh hidup kekal, tetapi hatinya lebih melekat pada harta kekayaannya. Ia belum siap mengikatkan hatinya pada sebuah kebenaran. Banyak dari kita senang pada hal-hal rohani yang membuat kita merasa enak, tetapi tidak semua dari kita senang pada kebenaran yang kadang bisa mengejutkan kita.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Subscribe